Selasa, 27 Desember 2016

KHUTBAH JUMÁT "ORANG-ORANG BERIMAN YANG MEWARISI SURGA FIRDAUS


KHUTBAH PERTAMA

Alhamdulillahilladziiarsala rosuulahuu bilhudaa wadiinilhaqqi liyuzdhirohuu a’laddiini kullih, arsalahuu basyiiron wanadziiroon wadaa’iyan ilallohi bi’iznihii wasiroojan muniiroo, Ashadu allaa ilaaha’illollohu wahdahuu laa syariikalah, waashadu anna Muhammadan abduhuu warosuuluh. Allohumma solli wasallim alaa sayyidinaa Muhammadin, wa’alaa aalihi wa ashaabihi ajmain, amma ba’du ; fayaa ibaadallooh ittaqulloha haqqo tuqootih walaa tamuutunna illa wa’antummuslimuun,faqoolalloohuta’alaafilqur’aanilkariima’uudzubillahiminasyaitoonirroziim,bismillaahirohmaanirroohiim. Qod aflahal mu’minuun, alladziinahum fii sholaatihim khoosiuun, walladziinahum anil lagwi mu’riduun, walladzinahum lizzakaati faailuun, walladziinaahum  lifuruuzihim  haafizuun, illa alaa ajwaajihim awmaa malakat aymaanuhum fainnahum goiro maluumiin,  famanibtagoo warooadzaalika faulaaika humul aaduun,  walladziinahum liamaanaatihim wa ahdihim roouun, walladziinahum  alaa sholawaatihim yuhaafidzuun, ulaaikahumulwaarisuun, alladziina yarisuunalfirdausa hum fiihaa khooliduun. Sodaqallohul adziim…….

Jamaah sidang Jum’at Rahimakumullah,
Puji serta syukur marilah sama-sama kita panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas limpahan rahmat, hidayah dan inayah-Nya sehingga kita semua dapat hadir dan berkumpul dimasjid yang mulia ini dalam rangka melaksanakan kewajiban kita yaitu melaksanakan ibadah sholat Jum’at, sholawat teriring salam semoga selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad saw, kepada keluarganya, kepada sahabatnya dan kepada pengikutnya.

Jamaah sidang Jum’at Rahimakumullah,
Pada kesempatan ini khatib mengajak kepada jamaah sekalian khususnya untuk diri khotib sendiri, untuk selalu meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT dengan taqwa yang sebenar-benarnya, yaitu dengan menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. Dan juga ketaqwaan yang dapat menumbuhkan rasa syukur atas segala nikmat yang telah Allah berikan.

Jamaah Sidang Jum’at Rahimakumullah;
Pada khutbah Jum’at ini khotib akan menyampaikan khutbah tentang “ORANG-ORANG BERIMAN YANG MEWARISI SURGA FIRDAUS”.
Surga adalah tempat yang disediakan Allah SWT bagi hamba-hambaNya yang beriman dan beramal soleh, surga merupakan tempat diahkirat yang penuh dengan keselamatan, kebahagiaan serta kemuliaan yang abadi. salah satu nama surga yang Allah SWT ciptakan adalah Surga Firdaus. Allah SWT akan memberikan balasan terhadap orang-orang yang beriman dan beramal soleh dengan memasukkannya ke dalam surga Firdaus, sebagaimana Allah SWT berfirman dalam surat Al-Kahfi Ayat 107; bismillahirohmaaniroohiim
إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ كَانَتۡ لَهُمۡ جَنَّٰتُ ٱلۡفِرۡدَوۡسِ نُزُلًا ١٠٧
Yang artinya “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal soleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggalnya.” (Al-Kahfi : 107)

Jamaah Sidang Jum’at Rahimakumullah;
Lalu siapakah orang-orang beriman yang akan mewarisi surga Firdaus tersebut, Al-Mukminun ayat 1 sd ayat 9 menjelaskan :
YANG PERTAMA orang beriman yang akan mewarisi Surga Firdaus yaitu :Orang-orang yang khusyu dalam sholatnya

Sholat dengan khusyu dapat dilakukan dengan cara menghadapkan hati, lisan dan seluruh anggota tubuh dengan selalu mengingat Allah SWT, selalu mengingat kematian dan merasakan kehadiran Allah SWT.
Memang tidak mudah melakukan sholat secara khusyu, karena iblis atau setan pasti akan terus menggoda manusia hingga tersesat sampai masuk ke neraka. Sebagaimana janji iblis atau setan kepada Allah SWT ketika diusir dari surga karena menolak untuk sujud kepada Nabi Adam as, diceritakan bahwa penolakan sujudnya iblis kepada Nabi Adam as adalah karena Iblis merasa lebih baik asal atau unsur penciptaannya dibandingkan dengan Nabi Adam as. Namun dalam dialognya iblis meminta penangguhan hingga manusia dibangkitkan dan Allah SWT memberi tangguhan kepadanya. Penolakan  iblis kepada Allah SWT ketika diperintah sujud kepada Nabi Adam as dan meminta penangguhan keluar dari surga adalah semata-mata untuk menggoda manusia dari jalan yang lurus kejalan yang sesat.
sebagaimana Firman Allah SWT dalam surat Al-A’raf ayat 16 – 17 ; bismillahirohmaanirohiim

قَالَ فَبِمَآ أَغۡوَيۡتَنِي لَأَقۡعُدَنَّ لَهُمۡ صِرَٰطَكَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ ١٦ ثُمَّ لَأٓتِيَنَّهُم مِّنۢ بَيۡنِ أَيۡدِيهِمۡ وَمِنۡ خَلۡفِهِمۡ وَعَنۡ أَيۡمَٰنِهِمۡ وَعَن شَمَآئِلِهِمۡۖ وَلَا تَجِدُ أَكۡثَرَهُمۡ شَٰكِرِينَ ١٧
Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus.” (Al-A’raf : 16)

kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).” (Al-A’raf : 17).

Dari ayat diatas jelas bahwa Iblis atau setan merupakan musuh yang nyata bagi semua manusia sebagaimana Allah SWT berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 168 : bismillahirohmaanirrohiim
 وَلَا تَتَّبِعُواْ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيۡطَٰنِۚ إِنَّهُۥ لَكُمۡ عَدُوّٞ مُّبِينٌ ١٦٨
“........dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (Al-Baqarah : 168)
Untuk itu marilah kita jaga setiap diri dari segala macam bentuk godaan iblis dengan selalu berdoa memohon perlindungan serta meningatkan ketaqwaan dan keimanan kepada Allah SWT.

Jamaah Sidang Jum’at Rahimakumullah;
YANG KEDUA Orang-orang beriman yang akan mewarisi Surga Firdaus adalah ;Orang yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan tidak berguna.
Perbuatan dan perkataan yang kita lakukan hendaklah memberikan manfaat dan kesejukan bagi orang lain,  perbuatan dan perkataan yang tidak memberikan manfaat terhadap diri sendiri maupun orang lain sebaiknya dihindarkan atau lebih baik diam,  sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, berbicaralah yang baik-baik, kalau tidak mampu, maka diamlah.” (HR. Bukhari-Muslim), sebagaimana juga Allah SWT berfirman dalam suratAl-Isra ayat 36, bismillahirohmaanirrohiim
وَلَا تَقۡفُ مَا لَيۡسَ لَكَ بِهِۦ عِلۡمٌۚ إِنَّ ٱلسَّمۡعَ وَٱلۡبَصَرَ وَٱلۡفُؤَادَ كُلُّ أُوْلَٰٓئِكَ كَانَ عَنۡهُ مَسۡ‍ُٔولٗا ٣٦
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabannya.” (Al-Isra : 36)

Jamaah Sidang Jum’at Rahimakumullah;
YANG KETIGA Orang-orang beriman yang akan mewarisi Surga Firdaus adalah ;orang yang menunaikan zakat.
Menunaikan zakat merupakan ketentuan dan kewajiban yang diperintahkan Allah SWT kepada umat-Nya. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 43 ; bismillahirohmaanirrohiim
وَأَقِيمُواْٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُواْ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱرۡكَعُواْ مَعَ ٱلرَّٰكِعِينَ ٤٣
Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku´lah beserta orang-orang yang ruku.”(Al-Baqarah : 43)

Zakat  tidak hanya mensucikan dan membersihkan harta bagi pemiliknya, namun juga dapat memberikan ketenangan jiwa bagi orang yang menunaikannya. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam surat At-Taubah ayat 103 ; bismillahirohmaanirrohiim
خُذۡ مِنۡ أَمۡوَٰلِهِمۡ صَدَقَةٗ تُطَهِّرُهُمۡ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيۡهِمۡۖ إِنَّ صَلَوٰتَكَ سَكَنٞ لَّهُمۡۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ ١٠٣
Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (At-Taubah : 103)


Jamaah Sidang Jum’at Rahimakumullah;
YANG KEEMPAT Orang-orang beriman yang akan mewarisi Surga Firdaus adalah ;orang yang memelihara kemaluannya. Memelihara kemaluan dari laki-laki dan perempuan yang bukan suami istri adalah kewajiban yang diperintahkan Allah SWT kepada umatnya. Salah satu cara  menjaga kemaluan adalah dengan cara menjaga pandangan terhadap hal-hal yang akan membangkitkan syahwat yang pada akhirnya akan berujung pada perbuatan zina. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam surat An-Nur ayat 30 dan 31; bismillahirohmaanirrohiim
قُل لِّلۡمُؤۡمِنِينَ يَغُضُّواْ مِنۡ أَبۡصَٰرِهِمۡ وَيَحۡفَظُواْ فُرُوجَهُمۡۚ ذَٰلِكَ أَزۡكَىٰ لَهُمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرُۢ بِمَا يَصۡنَعُونَ ٣٠
Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat" (An-Nur : 30)

وَقُل لِّلۡمُؤۡمِنَٰتِ يَغۡضُضۡنَ مِنۡ أَبۡصَٰرِهِنَّ وَيَحۡفَظۡنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبۡدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنۡهَاۖ ٣١
Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya..(An-Nur :31)

Dari kedua ayat tersebut telah dijelaskan selain diperintahkan untuk menjaga pandangan juga diperintahkan menjaga kemaluan, ketika seseorang tidak pandai menjaga pandangannya maka kemungkinan besar juga tidak akan  pandai menjaga kemaluannya sehingga berujung pada perzinahan.
Menghindari dan menjauhi perbuatan zina bagi laki-laki maupun perempuan merupakan perintah Allah SWT yang harus terus diingat dan dilaksanakan, sebagaimana Allah SWT berfirman dalam surat Al-Isra ayat 32; bismillahirohmaanirrohiim
وَلَا تَقۡرَبُواْ ٱلزِّنَىٰٓۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةٗ وَسَآءَ سَبِيلٗا ٣٢
Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (Al-Isra : 32)

Jamaah Sidang Jum’at Rahimakumullah;
YANG KELIMA Orang-orang beriman yang akan mewarisi Surga Firdaus adalah ;orang yang memelihara amanah dan janjinya
Amanah dan janji merupakan suatu kepercayaan yang diberikan seseorang kepada orang lain, jika diberikan amanah maka sampaikanlah, jika berjanji penuhilah, amanah baik bersifat fisik maupun non fisik serta berlaku secara baik terhadap sesama juga merupakan suatu amanah, menetapkan hukum dengan adil juga amanah, hal ini sebagaimana Allah SWT berfirman dalam surat An-Nisa ayat 58 ; birmillahirohmaanirrohiim
۞إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُكُمۡ أَن تُؤَدُّواْ ٱلۡأَمَٰنَٰتِ إِلَىٰٓ أَهۡلِهَا وَإِذَا حَكَمۡتُم بَيۡنَ ٱلنَّاسِ أَن تَحۡكُمُواْ بِٱلۡعَدۡلِۚ إِنَّ ٱللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُم بِهِۦٓۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ سَمِيعَۢا بَصِيرٗا ٥٨
Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. SesungguhnyaAllah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat(An-Nisa: 58)
Kemudian jika berjanji maka penuhilah (baik berjanji kepada Allah, berjanji pada diri sendiri maupun berjanjiterhadap sesama manusia), hal ini sebagaimana Allah SWT berfirman dalam surat Al-Isra ayat 34 ; bismillahirohmaanirrohiim
....ۚ وَأَوۡفُواْ بِٱلۡعَهۡدِۖ إِنَّ ٱلۡعَهۡدَ كَانَ مَسۡ‍ُٔولٗا ٣٤
“........dan penuhilah janji; sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungan jawabnya.” (Al-Isra : 34)

Jamaah Sidang Jum’at Rahimakumullah;
YANG KEENAM Orang-orang beriman yang akan mewarisi Surga Firdaus adalah ;orang-orang yang memelihara sholatnya. Perintah melaksanakan sholat begitu banyak dalam Al-Qur’an, diantaranya dalam surat An-Nur ayat 56 Allah SWT berfirman; bismillahirohmaanirrohiim
وَأَقِيمُواْٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُواْ ٱلزَّكَوٰةَ وَأَطِيعُواْ ٱلرَّسُولَ لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُونَ ٥٦
“Dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada rasul, supaya kamu diberi rahmat.” (An-Nur : 56)
Sholat juga merupakan tiang agama, jika sholat dilakukan dengan benar dan sesuai syarat  dan rukunnya serta dengan mengikuti tata cara sholat Nabi Muhammad saw  maka sholat yang kita kerjakan akan berimplikasi kepada perbuatan yang baik serta dapat memberikan perlindungan terhadap orang-orang yang melaksanakannya, sebagaimana Allah SWT berfirman dalam surat An-Kabut ayat 45 ; bismillahirohmaanirrohiim
ٱتۡلُ مَآ أُوحِيَ إِلَيۡكَ مِنَ ٱلۡكِتَٰبِ وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَۖ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنكَرِۗ وَلَذِكۡرُ ٱللَّهِ أَكۡبَرُۗ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ مَا تَصۡنَعُونَ ٤٥
“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Quran dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah  adalah lebih besar keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” Al-Ankabut : 45)
Melaksanakan perintah dan menjauhi larangan  Allah SWT sudah jelas tertulis dalam Al-Qur’an maupun sunah Nabi Muhammad saw, perintah dan larangan tersebut tentu mempunyai konsekwensi hukum bagi yang melaksanakan maupun bagi yang melanggarnya.

Jamaah Sidang Jum’at Rahimakumullah;
Demikianlah khutbah Jum’at siang ini, mudah-mudahan apa yang telah khotib sampaikan bermanfaat bagi kita semua. Dengan mengharap ridho Allah SWT mudah-mudahan kita termasuk orang-orang beriman yang akan mewarisi surga firdaus. Aamiin ya robbal aalamin

Baarokalloohulii walakum fil qur’aanil adziim, wanafa’nii wa’iyyakum bimaafiihi minal aayaati wadzikril hakiim, aquulu qowlii haadzaa wastaghfirullooha lii walakum walisaairil muslimiiina fastaghfiruuhu innahuu huwal ghofuururrohiim.


KHUTBAH KEDUA

Alhamdulillaahilladzii amaronaa bil it’tihaadi wal i’tishoomi bihablillaahil matiiin, Ashadualla ilaaha’illolloohu wahdahu laa syariikalah, wa ashadu anna Muhammadan abduhu warosuuluh. Allohumma sholli wasallim wabaarik alaa sayyidinaa Muhammadin wa’alaa aalihi wa ashaabihi ajmain amma ba’du ; fayaa ibaadalloohu, it’taqulloha mastato’tum wasaari’uu ilaa maghfiroti robbil aalamiin, wa lamuu annallooha subhaanahu wata aalaa amarokum bi’amrin bada’a fiihi binafsih, watsanna bimalaaikatihil musabbihati biquddsih, faqoola ta’alaa fil qur’aanil adziim; innallooha wamalaa ikatahuu yusholluuna alannabii, yaa ayyuhal ladziina aamanuu  sholluu alayhi wasallimuutasliima, Allohumma sholli wasalim wabaarik alaa sayyidinaa Muhammadin sayyidil mursaliin,  wa alaa aalihi wa ashaabihi waqoroobatihi wa adzwaajihi wadzurriyatihi ajmain. Wardhollohumma alaa arba’atil khulafaa’ir roosidiin sayyidinaa abiiy Bakrin Wa’umaro Wa’ustmaana Wa’aliy, wa alaa baqiyyatishohaabati wat’taabi’iin. Waman tabi’ahum bi’ihsaanin ilaa yaw middiin, wa alaynaa birohmatika yaa arhamarroohimiin. Allohumma ashlih jamii’a wulaatil muslimiina wansuril islaama wal muslimiin. Wa ahliki kafarota wal musrikiin wa’a’lii kalimataka ilaa yawmiddiin. Allohummaghfirlil muslimiina wal muslimaat, wal mu’miniina wal mu’minaat. Al ahyaa’i minhum wal amwaat, innaka samiiun mujiibud’da’waat, yaa qoodhiyal haajaat, robbanaa aatinaa fiddunnyaa hasanah wafil aakhirati hasanah waqinaa adzaa bannaar, ibaadallooh..Innalloha ya murukum bil adli wal ihsaan wa’itaa idzil qurbaa wayan haa anil fahsyaa’i wal munkar wal baghy. Ya’izukum la’al lakum tadzakkaruun fadzkuruullooha adziima yadzkurkum. Waskuruuhu alaa ni’amihii yadzidkum, waskuruuhu min fadlihi yu’tikum, waladzikrullohi ajallu wa akbar.  aqimissholaah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar