Rabu, 15 Oktober 2014

KIKIR


KIKIR (pelit, bakhil) merupakan salah satu sifat tercela yang ada pada manusia, namun tidak semua manusia mempunyai sifat kikir, karena banyak juga manusia yang mempunyai sifat dermawan. Sudah menjadi kewajiban manusia mencari harta untuk memenuhi kebutuhan hidupnya didunia dan diakhirat  (jika hartanya dibelanjakan dijalan Allah, seperti zakat, infaq, sedeqah),  mau saling berbagi kepada orang yang membutuhkan, baik itu berupa materi atau non materi. Sifat kikir tumbuh dari sifat manusia yang cinta kepada harta dan merasa bahwa harta yang dimilikinya merupakan harta yang diperoleh karena jerih payahnya sendiri, jika sudah berkecukupan dan cintanya kepada harta menyebabkan ia tidak mampu mengendalikan dirinya untuk membelanjakan hartanya dijalan Allah SWT, dapat dipastikan manusia itu menjadi budaknya harta. Karena sebab cintanya terhadap harta menjadikan manusia menjadi pelit. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam surat Al-Adiyat  ayat 8 dikatakan :
وَإِنَّهُۥ لِحُبِّ ٱلۡخَيۡرِ لَشَدِيدٌ ٨
dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta.”
Manusia yang mampu mencegah dirinya dari sifat kikir dan mampu berbagi kepada orang-orang yang membutuhkan maka seringkali orang ini dikatakan sebagai orang yang dermawan. Dermawan merupakan sifat pertengahan antara kikir dan boros, sebagaimana Allah SWT berfirman dalam surat Al-Isra ayat 29 ;

وَلَا تَجۡعَلۡ يَدَكَ مَغۡلُولَةً إِلَىٰ عُنُقِكَ وَلَا تَبۡسُطۡهَا كُلَّ ٱلۡبَسۡطِ فَتَقۡعُدَ مَلُومٗا مَّحۡسُورًا ٢٩

dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya [852] karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal. [852] Maksudnya : jangan kamu terlalu kikir, dan jangan pula terlalu Pemurah. Dermawan bisa juga diartikan menafkahkan sebagian harta yang kita miliki kepada yang membutuhkannya dijalan yang diridhai Allah SWT. Imam Ali as berkata,”jadilah orang dermawan, tetapi jangan menjadi pemboros. Jadilah orang yang sederha, tetapi jangan menjadi orang yang kikir. 
Dalam membelanjakan harta hendaknya berdasarkan kebutuhan, bukan keinginan untuk memenuhi hawa nafsu yang pada akhirnya membuat kita berlaku boros dan tidak peduli kepada orang lain yang mungkin dalam kondisi kekurangan.  Dalam surat Al-Isra ayat 26 

وَءَاتِ ذَا ٱلۡقُرۡبَىٰ حَقَّهُۥ وَٱلۡمِسۡكِينَ وَٱبۡنَ ٱلسَّبِيلِ وَلَا تُبَذِّرۡ تَبۡذِيرًا ٢٦

“dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat  akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros”.

Sifat kikir merupakan penyakit hati
yang apabila dibiarkan dan tertanam dalam jiwa akan melahirkan mental yang rusak (rusaknya hati) seperti tidak peduli kepada orang-orang yang tidak mampu, tertutup hatinya dari nilai-nilai kemanusiaan/sosial, hidupnya hanya akan  mementingkan diri sendiri. Kecukupan atas harta yang dimilikinya telah membuat ia lupa akan kebesaran Allah SWT.

Bukankah Allah SWT telah menjanjikan bagi siapa saja yang beramal saleh akan dimasukkan kedalam surga-Nya.
إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ كَانَتۡ لَهُمۡ جَنَّٰتُ ٱلۡفِرۡدَوۡسِ نُزُلًا ١٠٧ خَٰلِدِينَ فِيهَا لَا يَبۡغُونَ عَنۡهَا حِوَلٗا ١٠٨
107. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal.
108. mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah dari padanya

إِنَّ ٱللَّهَ يُدۡخِلُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ جَنَّٰتٖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَفۡعَلُ مَا يُرِيدُ ١٤

14. Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.
Sebagaimana juga Rasulullah SAW, bersabda :”segeralah kamu berbuat baik, sebelum datangnya 7 perkara, tiada yang kamu tunggu kecuali kemelaratan yang melalaikan dirimu, atau kekayaan yang mengakibatkan kamu besar kepala, atau sakit yang membinasakan, atau lanjut usia yang menjadikan pikun, atau mati yang menghabisi riwayat, atau Dajjal, dialah seburuk-buruk yang ditunggu, atau hari kiamat, justru hari kiamat itu lebih berat dan sangat sulit.”

وَلَا يَحۡسَبَنَّ ٱلَّذِينَ يَبۡخَلُونَ بِمَآ ءَاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضۡلِهِۦ هُوَ خَيۡرٗا لَّهُمۖ بَلۡ هُوَ شَرّٞ لَّهُمۡۖ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُواْ بِهِۦ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۗ وَلِلَّهِ مِيرَٰثُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۗ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِيرٞ ١٨٠

180. Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Allah SWT telah memerintahkan kepada semua umatnya untuk berbuat amal saleh seperti zakat, infaq, sedekah, melakukan pekerjaan yang baik yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun bagi orang lain yang diridhai Allah SWT sudah seharusnya kita lakukan, Sifat kikir yang ada pada seseorang akan sangat merugikan manusia itu sendiri yaitu akan diberikan jalan kesukaran dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila telah mati. Hal ini sebagaimana terdapat dalam surat Al-Lail ayat 8 – 11, yang artinya :

  وَأَمَّا مَنۢ بَخِلَ وَٱسۡتَغۡنَىٰ ٨  وَكَذَّبَ بِٱلۡحُسۡنَىٰ ٩ فَسَنُيَسِّرُهُۥ لِلۡعُسۡرَىٰ ١٠  وَمَا يُغۡنِي عَنۡهُ مَالُهُۥٓ إِذَا تَرَدَّىٰٓ ١١
8. dan Adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup[1580],
9. serta mendustakan pahala terbaik,
10. Maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar.
11. dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa.
[1580] Yang dimaksud dengan merasa dirinya cukup ialah tidak memerlukan lagi pertolongan Allah dan tidak bertakwa kepada-Nya.
Agar sifat kikir tidak melekat/menempel dalam diri kita maka biasakanlah untuk selalu beramal saleh baik materi maupun non materi dan yang paling penting keikhlasan kita dibutuhkan dalam setiap melakukan amal saleh.

وَيۡلٞ لِّكُلِّ هُمَزَةٖ لُّمَزَةٍ ١  ٱلَّذِي جَمَعَ مَالٗا وَعَدَّدَهُۥ ٢  يَحۡسَبُ أَنَّ مَالَهُۥٓ أَخۡلَدَهُۥ ٣  كَلَّاۖ لَيُنۢبَذَنَّ فِي ٱلۡحُطَمَةِ ٤ وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا ٱلۡحُطَمَةُ ٥  نَارُ ٱللَّهِ ٱلۡمُوقَدَةُ ٦ ٱلَّتِي تَطَّلِعُ عَلَى ٱلۡأَفۡ‍ِٔدَةِ ٧  إِنَّهَا عَلَيۡهِم مُّؤۡصَدَةٞ ٨  فِي عَمَدٖ مُّمَدَّدَةِۢ ٩
1. Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela
2. yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung
3. dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya
4. sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah
5. Dan tahukah kamu apa Huthamah itu
6. (yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan
7. yang (membakar) sampai ke hati
8. Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka
9. (sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang

Mudah-mudahan kita termasuk orang yang memiliki sifat dermawan dan terhindar dari sifat kikir, maka dari itu jangan  tunda untuk berbuat baik dengan beramal saleh baik berupa materi maupun non materi dengan penuh keikhlasan dan keyakinan bahwa Allah SWT memberikan balasan yang setimpal atas apa yang telah kita perbuat. Semoga Allah SWT meridhai amal saleh yang telah kita lakukan. “ya Allah, hindarkanlah dariku sifat kikir, dan jadikanlah aku orang-orang yang beruntung”. Amin...



Tidak ada komentar:

Posting Komentar